Kantor Purbaya Luncurkan Sistem Baru Cegah Keuangan Daerah Jebol saat Bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderat Perimbangan Keuangan (DJPK) secara resmi meluncurkan sistem baru bernama Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE) untuk membantu pemerintah daerah mencegah keuangan daerah yang jebol akibat bencana. Sistem ini dikembangkan kerja sama dengan United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). ARISE merupakan sistem dukungan keputusan yang menggabungkan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap perekonomian dan fiskal daerah. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi lengkap mulai dari bahaya bencana, paparan, kerentanan, hingga perkiraan kerugian ekonomi dan dampak fiskal. Dengan data ini, pemerintah daerah dapat merencanakan mitigasi bencana, persiapan keuangan, dan strategi transfer risiko sebelum bencana terjadi. Tujuannya adalah menggeser pendekatan dari tanggap darurat pasca-bencana menuju perencanaan preventif sebelum bencana terjadi. Implementasi pertama dilakukan di Provinsi Bali, dengan rencana perluasan ke empat provinsi lainnya yaitu Aceh, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah. Pemerintah juga berkomitmen agh sistem ini dapat tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Peluncuran ini hadir dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk perwakilan kementerian, pemerintah daerah, akademisi, hingga mitra internasional seperti Bank Dunia dan DFAT Australia.
Bagikan
Berita terkait
Mendagri Pastikan Daerah Fiskal Lemah dan Bencana Jadi Prioritas TKD
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.45
Fiskal Jabar Tertekan, Target Pendapatan 2026 Turun Rp2,27 Triliun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 21.30
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Detik.com · 1 September 2026 pukul 20.56
Bulog Ubah Skema Bantuan Pangan NTT, Desil 1-4 Jadi Perhatian
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 20.10