Karhutla Berulang di Lahan Konsesi, NGO Ingatkan soal Risiko Pembiayaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366703/original/007869200_1791274805-Screenshot__1133_.jpg)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berulang terjadi di area konsesi perusahaan kehutanan dan sawit, terutama selama periode El Nino 2006, 2015, dan 2023. Data menunjukkan 25 perusahaan (5% dari 460 perusahaan) menyumbang 54,7% total areal terbakar. Pola hotspot berulang tinggi pada Agustus-September 2026, melibatkan 80% perusahaan HPH/HTI dan 46% pemegang HGU sawit yang sebelumnya pernah terbakar.
Kaoem Telapak mendesak lembaga keuangan memperketat due diligence dan pemeriksaan rekam jejak perusahaan sebelum memberikan pembiayaan. Hal ini mencakup audit legalitas, status gambut, konflik lahan, serta dampak lingkungan. NGO tersebut juga mendorong pemerintah agar penegakan hukum tidak hanya menyasar masyarakat lokal, tetapi juga mengejar tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk mengidentifikasi penerima manfaat akhir dari kejahatan lahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 06.36
Kesaksian Warga RI, Malaysia dan Singapura Terdampak Asap Karhutla
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.25
Herman Deru Siapkan Reward Rp10 Juta Bagi Warga yang Tangkap Pelaku Karhutla
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 19.51
PeHR Apresiasi Komjen Herimen: Terima Kasih atas Warisan Green Policing
Berita terkait
Leonardo DiCaprio Buka Suara soal Karhutla Indonesia, Soroti Nasib Orangutan
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 17.52
Wujudkan Tambang yang Aman dan Peduli Lingkungan, NHM Jalankan Respons Terpadu Hadapi Karhutla
JPNN.com · 3 Oktober 2026 pukul 13.51
84% Hotspot Karhutla Terdeteksi di Lahan Open Access, Pakar: Utamakan Pencegahan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 15.33
Karhutla Mulai Meluas ke Indonesia Timur, WALHI: Ruang Hidup Masyarakat Terancam
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 06.17