Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

84% Hotspot Karhutla Terdeteksi di Lahan Open Access, Pakar: Utamakan Pencegahan

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dinilai belum menyentuh akar masalah sosial-ekonomi. Penggunaan api untuk pembukaan lahan dianggap sebagai metode termurah dan tercepat, diperburuk oleh status lahan open access yang tidak memiliki kepastian tata ruang sehingga pemicu kebakaran sulit dikontrol.

Data spasial berbasis Sipongi menunjukkan bahwa 84% titik panas (hotspot) berada di luar area perkebunan sawit terkelola atau lahan non-managed, mencakup hutan konversi (15%) dan hutan lindung (10%). Sementara itu, hanya 16% titik panas yang terdeteksi di area perkebunan terkelola secara formal. Para pakar menekankan pentingnya penguatan pencegahan struktural dan kolaborasi lintas sektor untuk memutus siklus bencana ekologis ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait