Wujudkan Tambang yang Aman dan Peduli Lingkungan, NHM Jalankan Respons Terpadu Hadapi Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau dengan pendekatan terstruktur. HSE System Specialist NHM, Andri Prasetyo, menjelaskan bahwa karakter wilayah yang luas, cuaca terik, akses sulit, dan kecepatan api menyebar menjadi tantangan utama. Karhutla dianggap berdampak luas pada operasional tambang, mulai dari penurunan visibilitas hingga potensi penghentian pekerjaan.
NHM menerapkan strategi preventif dan reaktif. Pencegahan dilakukan dengan membangun fire break di area rawan, membersihkan vegetasi kering, memantau hotspot dan cuaca, serta mengidentifikasi area berdasarkan histori kejadian dan kondisi vegetasi. Perusahaan juga menyiapkan jalur pemadam, sumber air, dan meningkatkan patroli saat periode risiko tinggi.
Sebagai bagian dari respons terpadu, NHM melakukan inspeksi terhadap sumber potensi api dari aktivitas perusahaan dan mensosialisasikan pencegahan kebakaran kepada pekerja serta masyarakat sekitar guna mendukung keselamatan dan kelestarian lingkungan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 06.17
Karhutla Mulai Meluas ke Indonesia Timur, WALHI: Ruang Hidup Masyarakat Terancam
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 19.41
Karhutla Tak Cukup Ditangani dengan Sanksi, Akar Masalah Sosial-Ekonomi Harus Disentuh
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 15.33
84% Hotspot Karhutla Terdeteksi di Lahan Open Access, Pakar: Utamakan Pencegahan
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 00.00
Karhutla Landa 25 Daerah Jatim Selama Kemarau, 9 Ribu Hektare Hangus
Berita terkait
BNPB Ungkap 96,07 Hektare Lahan Masih Terbakar di 6 Provinsi
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.18
BNPB: Karhutla Seluas 96,07 Hektare Belum Padam
Detik.com · 30 September 2026 pukul 05.33
Karhutla Kalsel Capai 21 Ribu Hektare Ekosistem Gambut Rusak Parah
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 16.05
Ngeri! Pantau Asap Karhutla RI dari Singapura, Anies Baswedan: Warga Kita Dibunuh Pelan-Pelan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 14.23