Karhutla Disorot Media Asing, Ekonom Sarankan Anggaran MBG Dialihkan Dulu dan Jangan Malu Minta Bantuan Negara Lain, Nanti Gantian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan sempat mendapat perhatian media asing, termasuk dari Malaysia. Berly Martawardaya dari INDEF menyoroti laporan Daily Express Malaysia yang menampilkan video siswa sekolah dasar yang terpaksa menembus kabut asap tebal untuk bersekolah. Ia menyoroti bahwa media ini, yang berdiri sejak 1963 dan berbasis di Kota Kinabalu, menjadi salah satu sumber informasi yang menyuarakan kondisi di Kalimantan. Jarak antara Kota Kinabalu dan Pontianak diperkirakan sekitar 1.377 kilometer, sementara perbatasan terdekat dengan Indonesia hanya sekitar 500 kilometer. Menanggapi situasi ini, Berly mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam melindungi masyarakat terdampak. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mempertimbangkan penutupan sementara sekolah tatap muka, penerapan pembelajaran daring, kebijakan kerja dari rumah (WFH), serta distribusi masker ke warga Kalimantan. Selain itu, ia mengusulkan agar anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara dialihkan untuk penanganan dampak kebakaran hutan dan perlindungan ekosistem serta masyarakat di Kalimantan. "Stop MBG beberapa hari dan alihkan dananya untuk melindungi warga dan ekosistem Kalimantan. Uangnya ada," ujarnya. Berly juga membuka kemungkinan agar Indonesia menerima bantuan dari negara lain untuk mengatasi krisis ini. Menurutnya, menerima bantuan dalam situasi darurat tidak perlu dianggap malu. "Bangsa besar adalah bangsa yang melindungi rakyatnya dengan usaha sendiri dan/atau bantuan negara lain. Tidak perlu malu menerima bantuan ketika sedang membutuhkan, nanti gantian kita bantu pas negara tetangga membutuhkan," katanya.
Bagikan
Berita terkait
Lima Unit PLTP Beroperasi, Produksi Listrik Sorik Marapi Meningkat
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Rupiah Perkasa ke Rp 17.694 per Dolar AS, ini Pemicunya
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
BEI Bakal Ubah Aturan ARA dan ARB, Ini Rincian Batas Barunya
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.11
Bekuk Dolar AS, Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.694 Sore Ini
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.05