Karhutla Membakar Lahan, Negara Menghitung Biaya: Seberapa Efisien OMC?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran lahan dan hutan di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan dan Kalimantan, telah berlangsung lama dan menimbulkan asap haze yang mengganggu kesehatan warga. Pemerintah dan berbagai lembaga seperti Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, dan BRIN berupaya memadamkan kebakaran, termasuk mengembangkan teknologi baru seperti bahan semai garam mikro (Dumakron) dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pertanyaan muncul mengapa teknologi yang sudah matang belum segera diterapkan saat kebakaran masih aktif.
OMC membutuhkan biaya operasional yang tinggi, diperkirakan antara Rp200 juta hingga Rp300 juta per sortie penerbangan. Operasi di Kalimantan pada Agustus 2026 melibatkan 22 sortie, dengan biaya kumulatif mencapai Rp4,4 miliar hingga Rp6,6 miliar. Dari operasi tersebut, diperkirakan curah hujan yang dihasilkan mencapai 15,72 juta meter kubik, sehingga rasio biaya per meter kubik air hujan berkisar antara Rp280 hingga Rp420.
BRIN mengembangkan Dumakron, bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dengan partikel mikro berukuran 2–5 mikrometer yang dapat disebarkan menggunakan drone. Dengan ukuran yang lebih kecil, luas permukaan garam meningkat hingga 500 kali lipat, sehingga potensinya lebih efisien dibandingkan garam kasar yang disemprotkan oleh pesawat. Namun, efisiensi ini perlu diuji secara lapangan untuk memastikan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan penggunaan pesawat konvensional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 23.53
BNPB Tabur 5,6 Ton Garam Pancing Hujan di Titik Kebakaran Hutan
Berita terkait
3 Provinsi Dikepung Karhutla Diguyur Hujan, BNPB Klaim Hasil OMC
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 01.30
Karhutla Mengancam, Pemerintah Minta Sekolah Alihkan Pembelajaran ke Rumah
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 13.15
Cegah Kekeringan & Karhutla, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 15.15
Strategi BMKG Atasi Kekeringan dan Kebakaran Hutan Kaltim
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 12.53