Strategi BMKG Atasi Kekeringan dan Kebakaran Hutan Kaltim
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321825/original/071104600_1786505831-pal6.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama TNI AU, BNPB, OIKN, dan Pemprov Kaltim menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi defisit air di Waduk Sepaku dan mengantisipasi kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Berdasarkan data per 20 Agustus 2026, sebagian besar wilayah Kaltim mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori sangat pendek hingga panjang, terlama di Kabupaten Kutai Barat dan Paser yaitu 28 hari berturut-turut. Cadangan air di Waduk Sepaku menyusut sejak Juli 2026, dipengaruhi El Nino. BMKG mencatat 13.273 titik panas di Kaltim pada 1–23 Agustus 2026, naik 35,5% dibandingkan puncak kemarau 2015. OMC dilaksanakan di beberapa wilayah seperti IKN, Berau, serta Pekanbaru, Palembang, Pontianak, dan DKI Jakarta dengan fokus meningkatkan cadangan air dan mengurangi titik api karhutla.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.20
BMKG Luncurkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla di Kaltim
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 14.10
Kalimantan Selatan 'Membara', BMKG Deteksi 473 Titik Panas
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 12.15
IKN Waspada Kebakaran Hutan dengan Tabur Garam di Udara, untuk Apa?
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 11.24
Ada 473 Titik Panas di Kalsel, Hampir Seluruh Wilayah Masuk Zona Merah Karhutla
Berita terkait
Pemerintah Terus Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Menangani Karhutla Kalimantan
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 20.32
Percepat Pemadaman Karhutla di Kalimantan, Pemerintah Optimalkan Operasi Modifikasi Cuaca
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15
Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan, Modifikasi Cuaca Dioptimalkan
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.18
Karhutla Meluas, Istana Minta Warga Jangan Bikin Percikan Api
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.04