KCIC Ungkap Modus Penipuan Tiket Whoosh Lewat WhatsApp
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179834/original/071751100_1743659437-5649e39f-9889-4268-afdc-a18014514f14.jpeg)
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan tiket Whoosh yang marak melalui WhatsApp. Penipu menggunakan logo, nama, jadwal, dan materi visual resmi Whoosh untuk menipu korban dengan menawarkan tiket palsu dan paket perjalanan, lalu meminta pembayaran ke rekening pribadi. KCIC menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta pembayaran melalui WhatsApp tidak resmi, dan transaksi sah hanya dilakukan melalui kanal resmi seperti aplikasi atau situs web yang ditunjuk.
Modus penipuan biasanya bermula dari iklan promosi di media sosial yang mengarahkan korban ke nomor WhatsApp tertentu. Di sana, penipu membagikan jadwal perjalanan palsu, meminta data diri, dan menawarkan diskon atau fasilitas yang tidak ada pada layanan resmi Whoosh. Korban diminta mentransfer uang ke rekening perorangan sebagai bagian dari penipuan.
Untuk menghindari kerugian, masyarakat harus memastikan pemesanan tiket hanya melalui kanal resmi Whoosh, termasuk aplikasi atau situs web yang sah. Jika menemukan indikasi penipuan, segera hentikan komunikasi, simpan bukti percakapan, blokir nomor tersebut, dan laporkan ke Contact Center Whoosh di 0811-8888-111 atau platform terkait.", "tags": ["penipuan", "tiket", "whoosh", "kcic", "whatsapp"]
Bagikan
Berita terkait
BI perluas kebijakan MDR QRIS 0 persen untuk pelaku UMKM
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 11.24
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Segmen Ritel
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 11.15
BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Digunakan Transaksi QRIS
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.10
Soal Upah Kupas Bawang, Politikus PDIP: Bisa Rp210 Juta per Bulan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 11.07