Kebakaran Kampung Adat Sade Belum Terungkap, Polisi Selidiki Dugaan Masalah Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, hingga kini belum memiliki penyebab yang pasti. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan dugaan sementara mengarah pada persoalan kelistrikan, namun proses penyelidikan masih berlangsung. Tim gabungan dari Polda NTB dan Polres Lombok Tengah sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menemukan sumber api sebenarnya. Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan belum dapat memastikan penyebab kebakaran, sehingga pihaknya masih menunggu laporan dari tim lapangan. Untuk mendukung penyelidikan, polisi berencana meminta bantuan dari tim ahli dari Bali. Sebanyak sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah diterjunkan untuk membantu evakuasi dan mengamankan kawasan terdampak. Di sisi lain, pemerintah daerah mulai mempersiapkan proses pemulihan dan restorasi Kampung Adat Sade yang memiliki nilai sejarah tinggi. Gubernur Lalu menekankan bahwa prioritas awal adalah penanganan terhadap warga terdampak, terutama 70 kepala keluarga yang tinggal di kampung adat tersebut. Setelah itu, pemerintah akan fokus pada restorasi bangunan dan kawasan agar dapat dikembalikan sesuai dengan kondisi sebelum kebakaran, tanpa menghilangkan nilai sejarah dan identitas kampung adat. Proses restorasi diperkirakan akan memakan biaya yang cukup mahal karena pemerintah ingin memastikan bangunan dan kawasan yang rusak dapat dibangun kembali seperti semula. Hal ini dilakukan untuk menjaga karakter dan identitas Kampung Adat Sade yang telah lama menjadi bagian dari warisan budaya lokal.
Bagikan
Berita terkait
IHSG Diproyeksi Bertenaga di Awal Pekan
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 06.26
'Maling Juga' Budi Arie Sentil Pejabat yang Mengaku untuk Rakyat tapi Korupsi
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 06.07
Wall Street Rebound, tetapi Saham AS Tetap Melemah Sepekan
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 06.06
Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 05.55