Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa istilah 'emas 1.800 ton di bawah bantal' tidak bermakna secara harfiah. Istilah ini menggambarkan kepemilikan emas fisik masyarakat Indonesia yang telah lama disimpan secara tradisional di rumah sebagai bentuk simpanan dan warisan lintas generasi. Pemerintah menegaskan bahwa angka ini berbeda dengan cadangan emas nasional yang mencapai sekitar 3.600 ton dengan produksi tahunan 90 ton. Emas yang dimiliki masyarakat diperkirakan bernilai sekitar US$ 252 miliar atau Rp 4.460 triliun (dengan kurs Rp 17.700).
Bagikan
Berita terkait
Istana Bantah Isu Haji Isam Pimpin Penanganan Karhutla RI
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 06.27
Sederet Langkah Pemerintah Tangani Karhutla, Terkini Instruksi Mendagri
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 06.00
Mensesneg: Semua Pihak Boleh Bantu Karhutla, tapi Haji Isam Bukan Koordinator
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 03.07
Gus Ipul soal Sekolah Rakyat: Pendidikan Kunci Indonesia Adil & Makmur
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.59