Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Kebutuhan CPO Tembus 104 Juta Ton pada 2045, Agrinas Palma Ungkap Tantangan Sawit Indonesia

PT Agrinas Palma Nusantara memproyeksikan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) Indonesia mencapai 104 juta ton pada 2045 untuk mendukung kebutuhan biodiesel, pangan, ekspor, produk turunan, dan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Direktur Utama Mohammad Abdul Ghani menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan tersebut membutuhkan peningkatan produktivitas perkebunan dari 3 ton menjadi 4,4 ton CPO per hektare, sekaligus penambahan areal sebesar 7,4 juta hektare. Peningkatan produktivitas ini perlu dilakukan melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penerapan Good Agricultural Practices (GAP), digitalisasi, mekanisasi, dan penguatan riset serta inovasi.

Perkebunan sawit rakyat saat ini mencakup 42% atau 6,94 juta hektare dari total perkebunan sawit Indonesia, dengan sekitar 2,8 juta hektare didominasi tanaman berusia lebih dari 25 tahun dan melibatkan 1,4 juta kepala keluarga. Produktivitas sawit rakyat masih rendah di kisaran 2,6 ton CPO per hektare, jauh di bawah potensi 5 ton dengan penerapan best practices. Realisasi PSR saat ini hanya mencapai sekitar 20.000 hektare per tahun, dengan alokasi dana kurang dari 5% selama 2021-2023.

Agrinas Palma juga mengembangkan bioetanol terintegrasi berbasis singkong, dengan skema yang menghubungkan perkebunan 4.000-6.000 hektare dengan pabrik kapasitas 100 kiloliter per hari. Pasokan 200.000 ton singkong per tahun diproyeksikan menghasilkan 30.000 kiloliter bioetanol, dengan produk samping DDGS dan vinasse untuk mendukung peternakan sapi. Pengembangan biodiesel dan bioetanol ini akan dilakukan melalui kerja sama strategis dengan PT Pertamina dan dukungan Danantara.

Berita terkait