Kedai Kopi Mulai Ditinggalkan? Jago Coffee Bawa Gerobak Listrik ke Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tiga pendiri Jago Coffee, Yoshua Tanu, Daniel Sidik, dan Christopher Oentojo, resmi bergabung dalam jaringan wirausaha global Endeavor setelah lolos seleksi International Selection Panel di Kanada. Jago Coffee mengusung model bisnis ritel kopi berbasis gerobak listrik yang dapat berpindah lokasi mengikuti kebutuhan konsumen di area permukiman, perkantoran, hingga titik transit. Strategi ini bertujuan mendekatkan produk kepada pelanggan dengan harga terjangkau antara Rp8.000 hingga Rp12.000, serta dukungan aplikasi pemesanan tanpa biaya antar.
Perusahaan telah menghimpun pendanaan lebih dari US$20 juta, termasuk Seri B sebesar US$12,5 juta pada Februari 2026, sehingga valuasinya mencapai sekitar US$63,5 juta. Selain ekspansi armada, Jago Coffee membangun Jagoan Academy untuk melatih mitra barista melalui sistem onboarding cepat kurang dari 24 jam. Keanggotaan di Endeavor memberikan akses bagi para pendiri ke jaringan mentor dan investor global untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.
Bagikan
Berita terkait
Manfaat Semangat Kimia Hijau, Sebelas Startup Indonesia Siap Bersaing di Tingkat Global
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.46
Mengapa Antrean Kedai Kopi Makmur Jaya Masih Panjang dan Second Floor Punya Es Batu yang Awet hingga 2 Jam? Para Pendirinya Berbagi Cerita
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.00
Ubah Kebiasaan Rawat Sepatu Olahraga lewat Pengalaman Premium
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 16.40
Kisah Cahyo Subroto, Membangun MrScraper hingga Punya Tim di 5 Kawasan Dunia
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 08.12