Kejar Pertumbuhan 8%, Kemendagri Minta Daerah Fokus Cari Akar Masalah Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Sekretaris Jenderal Tomsi Tohir meminta Tim Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Daerah tidak hanya fokus mengumpulkan data, tetapi juga mengidentifikasi akar masalah ekonomi setempat. Dalam rapat di Jakarta pada 4 September 2026, Tomsi menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda, sehingga kebijakan intervensi harus disesuaikan. Ia membandingkan persoalan ekonomi daerah dengan penyakit yang perlu diagnosis tepat sebelum penanganan.
Tomsi menyampaikan bahwa tim harus mengawal penyelesaian masalah, bukan sekadar memantau angka pertumbuhan. Pemerintah daerah didorong menjalankan sembilan langkah konkret, seperti percepatan realisasi APBD/APBN, pengendalian harga bahan pokok, dan peningkatan produksi sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan industri manufaktur. Setiap daerah diminta memilih minimal tiga langkah yang paling relevan dengan kondisi lokalnya.
Untuk memastikan akurasi data, Tomsi meminta Badan Pusat Statistik (BPS) daerah terlibat dalam koordinasi antara tim pemantauan dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada masyarakat melalui investasi, lapangan kerja, pendapatan, dan kesejahteraan, bukan sekadar meningkatkan angka statistik semata.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 September 2026 pukul 18.30
Kemendagri Minta Tim Pemantauan Identifikasi Akar Masalah Ekonomi Daerah
Berita terkait
Wamendagri Bima Arya Pastikan Pemerintah Pusat Fokus Perkuat Ekonomi Daerah
kumparan · 3 September 2026 pukul 20.21
Harga Ayam Tembus Rp100 Ribu, Kemendagri Curiga Dimainkan Distributor
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 12.27
Gus Ipul : Data BKKBN Tidak Salah, Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bansos
kumparan · 5 September 2026 pukul 21.08
Kemendagri Dorong Daerah Temukan Penghambat Pertumbuhan Ekonomi
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 18.06