Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kelas Cuan 'Bongkar' Kiat Cari Untung Investasi di Saham Teknologi

Pasar modal Indonesia mengalami volatilitas tajam akibat sentimen global dan ekonomi dalam negeri. Stock Market Analyst CNBC Indonesia Susi Setiawati menilai pasar masih menarik meski berpotensi koreksi wajar di Agustus 2026, didukung sentimen positif. Pasar obligasi dan SRBI naik 35% dari permintaan asing yang biasanya diikuti saham. Dari 20 sektor, 17 sudah menghijau termasuk teknologi, hanya tiga di zona merah.

Sektor teknologi menunjukkan tanda reborn dengan support kuat. Meski sempat turun 16%, masih dalam tren penguatan hijau. Sektor ini menjanjikan berkat fokus global pada AI, keamanan siber, dan fintech. Investor kini menilai fundamental dan profitabilitas, bukan hanya pertumbuhan. Emiten beralih dari bakar uang ke fokus profit, revenue, margin, cash flow positif, dan neraca kuat.

Industri teknologi Indonesia masuk fase baru: dari pertumbuhan pengguna ke transaksi, monetisasi, dan profitabilitas. Contohnya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan ekosistem terintegrasi. Tren utama meliputi digital payment, fintech, on demand, merchant teknologi, AI, cloud, dan data center. Adopsi digital massif didukung regulasi. GoTo catat laba bersih Rp171 miliar kuartal I dan Rp252 miliar kuartal II-2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait