Seluk Beluk ETF Emas, Cara Beli hingga Risikonya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan ETF emas, instrumen reksa dana dengan aset dasar emas fisik yang diperdagangkan seperti saham. Investor dapat memperoleh eksposur harga emas tanpa perlu menyimpan fisik aset, dengan minimum pembelian satu lot (100 unit) melalui rekening efek di perusahaan sekuritas. PT Pegadaian berperan sebagai penyedia aset dasar melalui Electronic Gold Receipt (EGR), di mana 1 gram emas setara 1.000 EGR.
ETF emas menawarkan keunggulan dalam hal penyimpanan dan likuiditas dibandingkan emas batangan, digital, atau perhiasan. Instrumen ini cocok bagi investor moderat untuk diversifikasi portofolio jangka panjang. Namun, investor tetap menghadapi risiko fluktuasi harga aset dasar, potensi koreksi harga, serta risiko likuiditas jika volume transaksi rendah yang dapat memperlebar spread harga jual dan beli.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.01
Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.15
Soal Demutualisasi Bursa, OJK Tegaskan Pengawasan Tak Berubah
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.49
IHSG menguat, pengamat nilai pidato Presiden pacu minat beli investor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.50
RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
Berita terkait
ETF Emas RI Resmi Diluncurkan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.19
HUT Pasar Modal, RI Resmi Luncurkan ETF Emas
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.05
Hari Pertama Short Selling Resmi Dibuka, BEI Catat 50 Investor Buka Rekening Perdagangan
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.47
Hari Pertama Pelaksanaan Short Selling, Ada 50 Investor Ikut
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.10