Kelola Dana Rp180 T, BPKH Beberkan Strategi Masuk Pasar Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPKH mencatat peningkatan dana kelolaan sebesar 5,3% year on year menjadi Rp180,74 triliun pada tahun 2025, naik dari Rp171,64 triliun sebelumnya. Dana tersebut mayoritas diinvestasikan, dengan Rp161,9 triliun dialokasikan ke instrumen investasi seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), deposito, emas, dan sukuk korporasi. BPKH juga berpartisipasi dalam pasar modal melalui Surat Valas Bank Indonesia, dengan portofolio mencakup perusahaan seperti Pegadaian dan BSI.
Strategi pengelolaan dana menekankan prinsip kehati-hatian untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan, menghasilkan nilai manfaat Rp12,05 triliun pada 2025, naik 4,42% dari tahun sebelumnya. Nilai ini digunakan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan pembagian biaya haji antara pemerintah dan calon jamaah.
Konteks lebih luas, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyoroti peran besar pengelola dana seperti BPKH dan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaga fundamental pasar modal. Ia mengusulkan relaksasi regulasi agar dana-dana ini dapat lebih banyak berinvestasi di pasar modal untuk mengantisipasi gejolak akibat profit taking asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 08.43
IHSG Masih Loyo, Saham Apa yang Bisa Bikin Cuan?
Berita terkait
Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.01
Seluk Beluk ETF Emas, Cara Beli hingga Risikonya
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.00
IHSG menguat, pengamat nilai pidato Presiden pacu minat beli investor
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.49
RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.50