Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying PPDS Undip Usai Dokter Yuda Meninggal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan menelusuri dugaan bullying di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) setelah kematian Residen dr Yuda Nabella Prameswari, M Biomed, ramai dibicarakan di media sosial. Dugaan ini mencuat setelah seorang sejawat membagikan unggahan yang menyoroti penggunaan panggilan 'babu' oleh PPDS senior kepada junior, serta mempertanyakan praktik relasi kuasa dan kemungkinan fraud akademik. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyatakan bahwa pihaknya sedang memverifikasi apakah dugaan ini memang merupakan kasus bullying. Jika terbukti, Kemenkes akan mengambil langkah-langkah evaluasi terhadap sistem pendidikan, hingga kemungkinan menutup sementara kegiatan bila diperlukan. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap rencana perbaikan yang sebelumnya disusun setelah kasus serupa pernah terjadi di lingkungan yang sama. Kemenkes menekankan bahwa institusi harus benar-benar melaksanakan langkah-langkah mitigasi yang telah disepakati, dan sanksi akan diterapkan jika tidak dilakukan.
Bagikan
Berita terkait
Luncurkan Satu Sehat RME Kemenkes: Rekam Medis Pasien Terintegrasi dalam Satu Aplikasi
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 13.53
Soroti Kasus ISPA, Komisi IX Dorong Penetapan KLB di Wilayah Paling Terdampak
kumparan · 1 September 2026 pukul 09.44
IDI Usul Gaji Minimum Dokter Umum Rp 30 Juta, Menkes: Sedang Dibicarakan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.36
165 Ribu Kasus ISPA, Komisi IX Minta Kemenkes Tangani Dampak Karhutla
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 11.15