Mengenal Teknologi Cold Chain untuk Industri Perikanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Produksi perikanan Indonesia diprediksi mencapai 15 juta ton pada 2025, namun kurang dari 12% menggunakan teknologi rantai dingin (cold chain) yang memadai. Hal ini menyebabkan tingginya angka susut hasil tangkapan, penurunan harga jual nelayan, serta rendahnya daya saing ekspor dibandingkan Vietnam dan Thailand karena mutu produk yang cepat menurun.
Prof. Rokhmin Dahuri dari Komisi IV DPR RI mendorong penggunaan teknologi pendingin ramah lingkungan berbasis energi surya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Pemerintah diminta memastikan adanya transfer teknologi dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan teknologi asing guna mendorong kemandirian industri lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.59
Mau Beli iPhone 18 Pro Max di Luar Negeri? Ini Cara Hitung Bea Masuk dan Pajaknya
Berita terkait
Rantai Dingin Kunci Tekan Ikan Terbuang, Teknologi Hemat Energi Didorong untuk KNMP
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 17.38
Produk Perikanan Halal Babel Bidik Pasar Global, UMKM Diminta Penuhi Standar Ekspor
VOI · 10 September 2026 pukul 20.30
Tuna hingga Gurita Laris, Boga Bahari RI Raup Rp 3,49 T di JISTE 2026 Jepang
kumparan · 9 September 2026 pukul 03.00
Rantai Dingin Kunci Tekan Susut Hasil Perikanan dan Perkuat KNMP
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 14.04