Kemenperin Siapkan Jurus Cegah Badai PHK Sektor Manufaktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan langkah untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor manufaktur akibat gangguan atau penutupan fasilitas produksi. Jurubicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan pemantauan dilakukan melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan dashboard kinerja perusahaan. Jika subsektor mengalami kontraksi berkelanjutan, perhatian khusus akan diberikan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Karta Sasmita memerintahkan unit pembina industri membangun sistem pemantauan. Kemenperin akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk mengidentifikasi penyebab penurunan kinerja, seperti masalah bahan baku, pembiayaan, atau pasar ekspor, lalu memberikan solusi yang sesuai, termasuk bantuan mencari bahan baku, pembiayaan, atau pasar baru.
Contoh konkret adalah dua pabrik garmen di Jawa Tengah, Victory Apparel dan Samwon Busana, yang terancam PHK massal. Kemenperin menjajaki kerja sama dengan industri lain untuk dukungan pembiayaan atau akuisisi. Menteri Perindustrian sudah mengarahkan langkah cepat mencegah penurunan utilisasi dan penutupan fasilitas produksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.37
Kemenperin Siapkan 'War Room' Cegah Industri Tutup Pabrik
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.05
Kemenperin Bongkar Biang Kerok PHK Pabrik Garmen di Jawa Tengah
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 14.20
Kemenperin Ungkap Penyebab Dua Pabrik Tekstil Jateng PHK Ratusan Karyawan
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 21.40
Kondisi Kian Sulit, Raksasa Otomotif Ini Mau PHK Ribuan Karyawan
Berita terkait
Sarmuji: Industri Tumpuan Daya Ungkit Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.00
Sarmuji Sertijab Menperin: Sektor Industri Adalah Tumpuan dan Harapan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 13.35
Sarmuji Kasih Sinyal Kemenperin Bakal di Bawah Koordinasi Bahlil
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.24
Kata-Kata Menperin Sarmuji Usai Ngaku Belum Empat Mata dengan Prabowo
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 12.45