Kemenperin Bongkar Biang Kerok PHK Pabrik Garmen di Jawa Tengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua pabrik garmen di Jawa Tengah, Victory Apparel dan PT Samwon, disebabkan oleh penurunan pesanan ekspor dari pelanggan bisnis, bukan serbuan barang impor. Kedua perusahaan beroperasi di kawasan berikat dengan orientasi produksi untuk pasar ekspor. Direktur Industri Tekstil Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menjelaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan masalah utama adalah berkurangnya pesanan business to business (B2B), yang merupakan masalah internal perusahaan. Narasi yang menyalahkan impor dinyatakan tidak benar.
Sebagai langkah mitigasi, Kemenperin berupaya menyerap pekerja yang terdampak PHK ke investasi baru yang berkembang di Jawa Tengah. Provinsi ini masih menerima banyak investasi baru di sektor garmen dan alas kaki hingga 2026, sehingga tenaga kerja di-PHK diharapkan dapat segera terserap. Kemenperin juga memperkuat pemantauan kondisi industri melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk mengantisipasi potensi penutupan fasilitas produksi. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan pelaku industri untuk mengidentifikasi dan mengatasi kendala seperti bahan baku, pembiayaan, dan akses pasar ekspor guna menjaga keberlangsungan produksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 07.28
Biang Kerok 1.500 Buruh di Jateng Terancam PHK
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 14.26
1.500 Buruh Garmen di Jateng Terancam PHK, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 14.20
Kemenperin Ungkap Penyebab Dua Pabrik Tekstil Jateng PHK Ratusan Karyawan
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 14.53
Kemenperin Siapkan Jurus Cegah Badai PHK Sektor Manufaktur
Berita terkait
Pemerintah Buka Suara soal PHK Industri Garmen di Cimahi
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.31
Gelombang PHK Belum Usai, Ratusan Buruh di Cimahi Kehilangan Pekerjaan
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 07.32
Menaker Siap Turun Gunung Cegah Badai PHK
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 14.15
Said Iqbal Sebut Pabrik Garmen Hong Kong Bakal PHK 846 Pekerja
CNN Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 20.41