Tekstil Bukan Industri Senja, Pemerintah Siapkan Jurus Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan sektor tekstil Indonesia masih prospektif, meski sering dikatakan industri senja. Edi Prio Pambudi menekankan pentingnya membangun rantai pasokan lengkap dari bahan baku hingga akhir produk agar tidak tergantung bahan baku luar negeri yang berisiko volatilitas harga. Saat ini, bahan baku tekstil masih bergantung dari negara lain, sehingga pemerintah berupaya mengisi rantai pasokan dalam negeri. Data ekspor tekstil bulan Juli 2026 mencapai US$329,20 juta (Rp 5,83 triliun), naik 11,99% dari Juni dan 13,88% dibandingkan Juli 2025. Pemulihan ini setelah ekspor turun menjadi US$232,01 juta pada Maret 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 16.10
Kalahkan Thailand, Industri Manufaktur RI Tembus Peringkat 12 Dunia
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 16.18
RI Dorong Transformasi Ekspor Bernilai Tambah dan Berkelanjutan
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 13.21
Ekonom sebut kerja sama Indonesia-Rusia positif untuk perluasan ekspor
Detik.com · 4 September 2026 pukul 11.36
Sektor Manufaktur RI Melemah, Pengusaha Ungkap Biang Keroknya
Berita terkait
Permintaan Global Pulih, Sektor Tekstil Bisa Perkuat Kinerja Ekspor RI
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 18.43
Menperin Target TKDN Mobil Listrik RI Naik Jadi 80% di 2030, Caranya?
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.05
Membanggakan, Hanger Buatan Indonesia Siap Menghiasi Rantai Pasok Global
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 10.09
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.728, Berpotensi Berbalik Arah
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 09.28