Kementerian ESDM Sudah Setujui 95 Persen RKAB Batu Bara 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat 95 persen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara untuk tahun 2026 telah mendapatkan persetujuan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa proses persetujuan RKAB tersebut hampir selesai. Terkait produksi batu bara tahun 2026, perkiraan produksi secara keseluruhan mencapai sekitar 720 juta ton, dengan rata-rata sekitar 60 juta ton per bulan. Namun, Tri enggan memberikan detail lebih lanjut mengenai angka ini. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian ESDM membuka periode pengajuan revisi RKAB 2026 yang didahulukan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero). Pada awal tahun ini, pemerintah juga sempat memangkas kuota produksi batu bara dalam RKAB. Kuota produksi batu bara 2026 ditetapkan sekitar 600 juta ton, yang berkurang sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Terkait RKAB Minerba secara keseluruhan untuk tahun 2027, Tri memastikan bahwa ketentuan tersebut tetap berlaku secara tahunan atau mengacu pada aturan yang berlaku saat ini. Ketentuan ini didasarkan pada Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyusunan, Penyampaian, dan Persetujuan RKAB serta Tata Cara Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengubah masa berlaku RKAB dari tiga tahun menjadi satu tahun dan mulai berlaku 3 Oktober 2025.
Bagikan
Berita terkait
95% RKAB Batu Bara 2026 Disetujui, Produksi Sekitar 720 Juta Ton
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.51
Peringati Hari Tambang dan Energi ke-81, Ini Kebijakan Bahlil di 2026
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 20.40
Terkena Kasus Korupsi Nikel, Ini Profil Tambang Ceria Nugraha Indotama
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 14.55
Kuota LPG 3 Kg 2027 Dipatok 8 Juta Ton, Pemerintah Siapkan Alternatif
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 16.20