Kementerian UMKM Buka Suara soal Ritel Filipina Mulai Rambah RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian UMKM merespons masuknya jaringan ritel asal Filipina O!Save ke Indonesia. Deputi Bidang Usaha Menengah Bagus Rachman mengatakan pihaknya belum memeriksa dampak kehadiran ritel hard discount itu terhadap persaingan industri dalam negeri. Ia menilai industri ritel Indonesia saat ini cukup kuat dan perkembangan O!Save masih perlu dilihat, termasuk dengan mempertimbangkan peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
O!Save adalah jaringan ritel berkonsep hard discount yang menjual produk kebutuhan sehari-hari dengan harga rendah. Jaringan ini mulai dikembangkan pada 2021 dan berekspansi ke Indonesia pada 2023. Produknya mencakup makanan pokok, produk rumah tangga, hingga kebutuhan perawatan pribadi. Kehadirannya menjadi perhatian karena pasar minimarket Indonesia selama ini didominasi jaringan besar seperti Alfamart dan Indomaret.
Di Filipina, O!Save terus berekspansi dan mencatat pembukaan gerai ke-500 pada Mei 2025 di Bulakan, Bulacan. Di balik ekspansi ini ada HD Retail Holding Pte Ltd, yang sebagian sahamnya dimiliki Robinsons Retail Holdings Inc (RRHI) sebesar 23 persen. Keluarga Gokongwei melalui JE Holdings memiliki 66,6 persen saham Robinsons Holdings.
Bagikan
Berita terkait
Kemendag Sebut Ekspansi O!Save asal Filipina ke RI Bukan Bisnis Asing
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.16
Pengusaha Beri Masukan ke KPPU buat Cegah Praktik Monopoli
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 15.21
BI Gratiskan Biaya QRIS buat Semua Merchant Usaha Mikro per 1 Oktober 2026
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.52
Ribuan UMKM Makanan Dilibatkan untuk Rangkaian HUT RI di Istana-Monas
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 20.38