Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penjualan September-November Diramal Lesu, Peritel Ancang-ancang Ini

Pelaku usaha ritel diperingatkan akan potensi penjualan yang lesu pada September-November 2026. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Hippindo, menyampaikan bahwa periode tiga bulan tersebut biasanya lebih sepi dan perlu persiapan khusus. Ia mengusulkan pembukaan pasar ekspor sebagai salah satu strategi untuk menjaga aktivitas penjualan agar tidak melemah. Budihardjo juga telah melaporkan situasi ini kepada Menteri Perdagangan Budi Santoso untuk mendapatkan dukungan kebijakan yang diperlukan.

Menurut Budihardjo, sektor ritel khususnya bisnis offline sangat bergantung pada traffic atau jumlah pengunjung. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi dan politik dinilai penting agar aktivitas belanja tetap berjalan. Pelaku usaha berkomitmen menjaga lapangan kerja, distribusi barang, serta stabilitas harga dan stok dengan dukungan dari seluruh stakeholder.

Haryanto Pratantana, Sekretaris Jenderal Hippindo, menekankan peran besar sektor ritel dalam menyerap tenaga kerja. Ritel tidak hanya menjadi penggerak konsumsi dalam negeri yang melebihi 50 persen, tetapi juga menjadi sektor padat karya. Contohnanya, Alfamart dan Indomaret masing-masing memiliki lebih dari 100 ribu karyawan, sementara Kawan Loma Group bisa mencapai 60 ribu. Selain perusahaan besar, banyak ritel kelas menengah hingga UMKM yang turut berkontribi dalam penyerapan tenaga kerja.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait