Kemendag Sebut Ekspansi O!Save asal Filipina ke RI Bukan Bisnis Asing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemendag menjelaskan ekspansi O!Save bukan PMA karena format minimarket wajib PMDN. Dirjen PDN Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan aturan ini sama dengan Indomaret dan Alfamart.
Iqbal memberikan contoh merek internasional seperti McDonald's, Toyota yang dioperasikan perusahaan lokal. Fokus pemerintah pada persaingan sehat, bukan asal merek. Persaingan antar minimarket diserahkan ke mekanisme pasar, tapi perlindungan warung tradisional tetap dilakukan via digitalisasi dan kerja sama distributor.
Iqbal tidak melihat jenuh pasar ritel modern, melainkan pergeseran preferensi konsumen dari department store ke minimarket. O!Save, konsep hard discount asal Filipina, mulai operasi 2023, target 100 gerai akhir 2025 di Jakarta, Banten utara, Jawa Barat utara. Di Indonesia bermitra dengan Pos Properti Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.00
Kemendag Sebut Ritel O!Save di RI Bukan Perusahaan Asing
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 14.36
Ritel Asal Filipina O!Save Menjamur di RI, Kemendag Bilang Begini
Berita terkait
Mendag dorong Bulog isi stok beras 5 kg di ritel modern
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 13.41
Kementerian UMKM Buka Suara soal Ritel Filipina Mulai Rambah RI
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.20
Menhub soal KAI Impor KRL Bekas Jepang: Aturan Ada di Kemendag
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.30
Kemendag Memperketat Ekspor Batu Bara, Indonesia Siap Jadi Mitra Energi Global
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 18.48