Kena Sentil Menohok! PSI Disebut Sok-Sokan Mau Kalahkan PDIP Padahal Ambang Batas 5 Persen Aja Ketakutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi bahan sindiran pegiat media sosial Chusnul Chotimah terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Chusnul menyoroti kontras antara optimisme PSI sebelumnya yang mengklaim bisa menaklukkan PDIP dengan dukungan Presiden Joko Widodo, dan kini justru tampak ketakutan menghadapi ambang batas 5 persen yang diusulkan sejumlah partai koalisi pemerintah. "Sama 5% aja mereka ketakutan mau sok kalahkan PDIP," tulis Chusnul di X.
Di sisi lain, PSI menyatakan siap menghadapi perubahan aturan Pemilu. Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama menegaskan partainya adaptif dengan segala kemungkinan aturan, termasuk jika ambang batas ditetapkan di atas 5 persen atau bahkan mencapai 7 persen yang diinginkan NasDem. Dian menjelaskan, usulan PSI sebelumnya untuk ambang batas di bawah 4 persen tidak dilatarbelakangi oleh ketakutan tidak lolos ke DPR, melainkan karena kekhawatiran banyaknya suara rakyat yang tidak terkonversi menjadi kursi parlemen.
Angka 5 persen didukung oleh Partai Gerindra, Golkar, dan PKS dalam pembahasan revisi UU Pemilu. Namun, karena usulan NasDem yang mengusulkan 7 persen, pembahasan mas masih berkembang. PSI menyatakan akan mengikuti aturan yang nantinya disepakati, sementara kritik terhadap dampak ambang batas tersebut masih muncul di ruang publik.
Bagikan
Berita terkait
NasDem: Sebaiknya Ambang Batas Parlemen Naik Setiap Pemilu, Kami Konsisten 7%
Detik.com · 19 September 2026 pukul 05.29
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi
Detik.com · 17 September 2026 pukul 08.17
Ini Sikap PDIP ihwal Ambang Batas Parlemen 5 Persen
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.31
Elektabilitas Baru 4 Persen tapi Ngotot Minta Ambang Batas 7 Persen, Partai Ini Siap 'Bunuh Diri'?
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.00