Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Abu Anak Krakatau Jatuh, Mengapa Terlalu Banyak Suara Justru Bisa Membingungkan?

Eruptif Gunung Anak Krakatau pada September 2026 menghasilkan abu yang menyebar ke Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu. Banyak pihak seperti Kemenkes, BMKG, dan warganet memberikan suara, namun tidak otomatis menghasilkan pengetahuan yang jernih. Abu vulkanik berupa partikel piroklastik <2mm, tidak sama dengan debu biasa. Bahaya terletak pada ukuran partikel (<10µm respirabel), reaktivitas permukaan, dan kandungan mineral seperti silika. Paparan jangka pendek menyebabkan iritasi mata/saluran napas, bukan langsung silikosis. Mitigasi meliputi penggunaan masker N95/KN95, pembatasan aktivitas luar, dan penutupan bandara. Tidak ada korban jiwa langsung dari abu, namun bahaya tetap harus dijaga agar tidak berubah menjadi korban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait