Ketika Geopolitik Menjadi Kebijakan Ekonomi Amerika Menjelang Pemilu Sela
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang pemilu Kongres November, Pemerintah Trump menggabungkan kebijakan geopolitik dan ekonomi untuk menjaga stabilitas domestik. Ketegangan dengan Iran dianggap dapat memengaruhi harga minyak dan inflasi, sekaligus menjadi alat negosiasi politik. Menteri Keuangan Scott Bessent mengintervensi pasar obligasi dan yen Jepang untuk mencegah volatilitas yang menular ke biaya pinjaman AS. Federal Reserve tidak dapat mengubah kebijakan sendiri, tetapi kondisi ekonomi yang relatif kuat (162.000 pekerjaan ditambahkan Agustus 2024, pengangguran 4,1%) membuat kenaikan suku bunga tetap mungkin. Defisit fiskal besar tetap menjadi tantangan utama yang tidak teratasi oleh strategi geopolitik atau manipulasi pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 11.00
Harga Emas Antam Turun Rp 30.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya!
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS Diterpa Angin Segar The Fed
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS Jumat Sore
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 12.00
Rupiah Menguat ke 17.628, Pernyataan The Fed Jadi Angin Segar
Berita terkait
Bitcoin Tembus US$80.802, Harapan Suku Bunga Fed Jadi Bahan Bakar
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.30
Harga Emas Global Turun, Ini Penyebabnya
kumparan · 2 September 2026 pukul 10.54
Rupiah Melemah ke Rp17.722 Sore Ini, Tertekan Risiko Fiskal dan Geopolitik
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Rupiah Melemah ke 17.750 terhadap Dolar AS, Intip Prediksi Hari Ini
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.30