Klaim Kredit Macet Bayangi Pertumbuhan Premi Asuransi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai 12,67% year-over-year, mendorong bisnis asuransi kredit. Namun, industri asuransi juga menghadapi tekanan dari nilai klaim yang tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2026, lini usaha kredit asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp11,87 triliun, atau pertumbuhan 7,1% secara tahunan. Nilai klaim yang dibebankan mencapai Rp10,85 triliun, dengan rasio klaim sebesar 91,44%. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, menekankan pentingnya penguatan underwriting, kualitas portofolio, pricing berbasis risiko, kecukupan reasuransi, serta recovery dan subrogasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan. OJK juga mendorong agar industri tidak hanya fokus pada pertumbuhan premi, tetapi juga menjaga kualitas risiko, profitabilitas, dan keberlanjutan usaha. Dari sisi kredit perbankan, pertumbuhan didukung oleh kredit investasi (24,90% yoy), kredit modal kerja (8,94% yoy), dan kredit konsumsi (5,75% yoy). Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,09%, NPL net 0,82%, dan LAR stabil di 8,47%.
Bagikan
Berita terkait
Kades Ramai-ramai Sowan ke Solo, Jenderal Senior: Bukti 'Raja Solo' Tetap Kontrol Papan Catur Nasional
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.42
AS dapat Serangan Bertubi, Trump Provokasi Rakyat Iran untuk Kudeta
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 21.35
Aturan Penarikan SAL Diperketat: Menkeu Harus Izin DPR
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 21.30
BEI Tunda Rapat Perubahan Kepemilikan Saham hingga Aturan OJK Terbit
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.30