Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

'Komunikasi Jelek' Purbaya Soroti Koordinasi Pusat-Daerah Penanganan Gempa NTT

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Saat meninjau langsung kondisi warga terdampak pada Rabu, 19 Agustus 2026, ia menemukan wilayah di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, yang belum menerima bantuan makanan selama empat hari. Menurut Purbaya, kondisi itu menandakan masih ada persoalan koordinasi. Saat ditanya ke BPBD, banyak petugas yang tidak mengetahui situasi di lapangan. Ia kemudian meminta BNPB segera mengecek wilayah tersebut.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp44 miliar untuk penanganan gempa NTT. Presiden Prabowo Subianto juga menyiapkan tambahan anggaran jika kebutuhan di lapangan meningkat. Kementerian Keuangan menyatakan siap menyediakan dana agar kinerja BNPB tidak terganggu. Selain anggaran, kementerian itu membawa bantuan dari pegawai, antara lain 380 lembar selimut dan 81 terpal, sementara kebutuhan terpal di lapangan sekitar 160 buah. Laporan warga yang belum mendapat makanan langsung ditindaklanjuti BNPB dan bantuan pangan mulai disalurkan.

BNPB terus menyalurkan bantuan pangan, sandang, dan tempat tinggal sementara. Kepala BNPB Suharyanto meminta warga tidak memasuki rumah rusak sebelum dinyatakan aman karena gempa susulan masih mungkin terjadi. Pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan rumah: kerusakan ringan Rp15 juta, sedang Rp30 juta, dan kerusakan berat melalui pembangunan hunian tetap. Warga juga dapat memperoleh dana tunggu hunian Rp600 ribu per bulan atau menempati hunian sementara. Pendataan dan verifikasi kondisi rumah menjadi tahap penting agar bantuan tepat sasaran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait