Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Konglomerat Bisnis Terkaya Goyang Gegara Perintah Bank Sentral

Konflik internal di Tata Group, konglomerat tertua India, dipicu keputusan Reserve Bank of India (RBI) memaksa Tata Sons mencatatkan saham di bursa sebagai perusahaan investasi sistemik penting. Dewan Tata Sons memutuskan mengganti Chairman N. Chandrasekaran dengan Noel Tata yang menolak keputusan tersebut sebagai tidak sah. Noel menekankan Tata Group dibangun sebagai pengabdian nasional lewat bisnis, sementara struktur kepemilikan saat ini menjaga misi tersebut. Dividen Tata Sons mengalir ke Tata Trusts yang membelanjakan lebih dari US$100 juta per tahun untuk pendidikan dan kesehatan. Konflik ini menekan harga saham 26 perusahaan Tata dengan kapitalisasi pasar hampir US$280 miliar. Pendukung listing berargumen meningkatkan transparansi dan memudahkan pendanaan untuk ekspansi di semikonduktor serta memulihkan Air India. Pengaruh konflik dianggap terkait suksesi Ratan Tata yang wafat pada 2024.

Berita terkait