Geger Perang Keluarga Rebut Perusahaan Rp 5.800 T, Seret Bank Sentral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tata Sons, perusahaan asal India dengan nilai valuasi US$ 328 miliar (Rp 5.838,4 triliun), kembali diguncang perselisihan internal antara dewan direksinya dan Tata Trusts yang menguasai sekitar 66% saham. Konflik membesar setelah Bank Sentral India (RBI) menolak permohonan pembatalan registrasi Tata Sons sebagai Perusahaan Investasi Inti (CIC), sekaligus memaksa perusahaan untuk melakukan listing ke bursa. Tata Trusts merasa tidak diberi informasi cukup mengenai proses pengajuan dokumen dan opsi alternatif yang dibahas dengan regulator selama beberapa tahun terakhir. Pada rapat dewan direksi 17 September, dewan memutuskan mematuhi arahan RBI dan melanjutkan proses listing, sekaligus memperpanjang masa jabatan N. Chandrasekaran sebagai CEO untuk lima tahun. Keputusan ini ditolak oleh Noel Tata, Ketua Tata Trusts, sementara Venu Srinivasan mendukung. Pihak internal menilai pelanggaran prosedur persetujuan yang diatur dalam anggaran dasar perusahaan.
Konflik ini mengingatkan kembali perang keluarga sebelumnya pada 2016 ketika Cyrus Mistry digulingkan dari posisinya. Kepanangangrupan ini berlangsung hingga 2021 ketika Mahkamah Agung India memutuskan menyatakan Tata Trusts berhak atas dominasi konstitusionalnya. Hubungan dua dinasti bisnis besar ini, Tata dan Mistry, berawal dari tahun 1930-an dan berkembang selama puluhan tahun hingga akhirnya retak.
Bagikan
Berita terkait
Bos Rp 7.200 Triliun Mau Turun Tahta, Group Perusahaan Memanas
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.00
Fenomena 'Cash Paradox' di India, 176 Miliar Uang Kertas Beredar
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.40
Mendagri Tegaskan RBI Jadi Program Wajib di APBD 2027
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 18.33
Mendagri Teken SKB Ruang Bersama Indonesia untuk Lindungi Anak dan Perempuan
kumparan · 14 September 2026 pukul 13.48