Konsumer Emas BCA Syariah Tumbuh 81 Persen hingga Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan konsumer sekitar 30 persen tahunan hingga Agustus 2026. Di antara segmen tersebut, pembiayaan emas mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 81 persen. Tinggi-nya pertumbuhan ini didorong oleh minat masyarakat terhadap emas sebagai investasi jangka panjang serta fluktuasi harga komoditas. Produk murabahah emas BCA Syariah disediakan oleh tiga pemasok terdaftar: Antam, Galeri24, dan Hartadinata dengan kemurnian 99,9 persen atau 24 karat. Nasabah dapat membeli emas dengan cicilan tetap selama 1-5 tahun, sehingga tidak terpengaruh perubahan harga emas. Di samping itu, BCA Syariah juga menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Pada Juni 2026, BCA Syariah mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 109,4 miliar, naik 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan pembiayaan meningkat 16,6 persen menjadi Rp 512,9 miliar, sementara pendapatan treasury menurun 4,6 persen menjadi Rp 176,6 miliar. Cost of fund BCA Syariah naik 5,8 persen menjadi Rp 267,3 miliar akibat peningkatan outstanding funding.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 17.00
Prospek Bisnis Wealth Management di Tengah Potensi Kenaikan Bunga The Fed
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.43
DBS Ungkap Alasan Emas Selalu Menarik untuk Investasi
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 13.00
Harga Emas Perhiasan Terkini: Raja Emas dan Laku Emas Tawarkan Beragam Karat
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.00
Harga Emas dan Perak Antam Hari Ini 30 September 2026, Cek Harga per Gram hingga 1 Kg
Berita terkait
Airlangga Ungkap 160 Ton Emas Masuk Bullion Bank Pegadaian dan BSI
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 17.20
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi ke Posisi Rp2.580.000 per Gram
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 09.14
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 September 2026
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 08.20
Tawaran Rp 443 T Ditolak, Raksasa Emas Gagal Merger
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.40