Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kontribusi Dividen BUMN 2026 Diprediksi Sentuh Rp 200 Triliun

Presiden Prabowo Subianto memproyeksikan dividen BUMN pada 2026 akan mencapai Rp 200 triliun tanpa disertai penanaman modal negara (PMN). Angka ini naik empat kali lipat dibanding 2024 yang tercatat Rp 53 triliun. Pada 2025, dividen BUMN yang disetorkan mencapai Rp 142,3 triliun, naik 67% dari tahun sebelumnya, sementara jika dihitung net setelah dikurangi PMN, angkanya Rp 138 triliun atau naik 160% dari 2024. Prabowo menyampaikan hal ini dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, keuntungan BUMN kini digunakan untuk mempercepat hilirisasi melalui Danantara. Sebanyak 13 proyek hilirisasi telah dimulai (ground breaking) pada 6 Februari 2026, disusul 13 proyek lagi pada 29 April 2026, mencakup pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta smelter alumina menjadi aluminium. Proyek-proyek ini disebut menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengumumkan rencana pembentukan lembaga baru untuk mengonsolidasikan seluruh belanja negara dalam satu pintu guna menekan praktik mark-up anggaran dan kebocoran keuangan negara. Selain itu, ia mengungkapkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas dunia seperti nikel, timah, emas, batu bara, minyak, dan gas, dengan menegaskan Indonesia berhak menentukan harga komoditasnya sendiri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait