Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Prabowo: Keuntungan BUMN untuk Percepat Hilirisasi dan Rantai Pasok Global

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tidak lagi hanya digunakan untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga sebagai dorongan utama percepatan program hilirisasi nasional dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Hal ini disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pemerintah, bersamaan dengan Danantara, telah melaksanakan dua gelombang besar pelaksanaan proyek hilirisasi pada semester pertama tahun 2026, meliputi sektor pertambangan hingga pengelolaan limbah. Beberapa proyek strategis yang tengah dikembangkan antara lain pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, pembangunan smelter alumina menjadi aluminium, serta pengembangan proyek waste to energy. Presiden meyakini bahwa proyek-proyek ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Selain fokus pada hilirisasi dalam negeri, pemerintah juga mengembangkan strategi upstreaming melalui Danantara Indonesia dengan menggunakan keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di tingkat global. Tujuannya adalah agar Indonesia tidak hanya mengendalikan sumber daya alamnya, tetapi juga teknologi dan jaringan pasar dunia. Presiden juga melaporkan kenaikan signifikan dividen BUMN pada 2025 sebesar Rp142,3 triliun, yang merupakan hasil dari perbaikan tata kelola dan transparansi manajemen. Target pertumbuhan ekonomi pemerintah ditetapkan pada 6% pada akhir 2026, dengan penekanan pada investasi yang memberikan dampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait