Kopdes Merah Putih Pangkas Jalur Distribusi, Untung Kembali ke Petani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298139/original/004914200_1784126814-IMG_1996.jpeg)
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mereformasi tata niaga pangan nasional dengan memangkas jalur distribusi yang terlalu panjang. Saat ini hasil panen petani harus melewati tujuh tahapan perantara sebelum sampai ke konsumen, mulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, grosir, hingga ritel. Kondisi ini membuat tengkulak meraup keuntungan besar sementara petani tetap merugi. Total margin yang berputar di sepanjang rantai distribusi sembilan komoditas pangan utama mencapai Rp 313,08 triliun.
Solusi yang diusung adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang beroperasi langsung di tingkat desa. Dengan kehadiran koperasi ini, hasil panen dapat ditampung, diolah, dan dipasarkan tanpa perantara berlebih. Pemerintah mengkalkulasi sekitar Rp 50 triliun margin akan diserap koperasi desa, sedangkan Rp 263 triliun sisanya dikembalikan langsung kepada petani. Skema ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menekan harga pangan bagi konsumen, bukan mematikan pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara sehat.
Bagikan
Berita terkait
Target 30.000 Kopdes Prabowo, Pengamat: Itu Bukan Koperasi, Hanya Topeng Bisnis Pejabat
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.50
Percepatan PSR Didorong untuk Jaga Produktivitas dan Hilirisasi Sawit
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 07.16
Sebut Nama Soekarno, Prabowo Ingin 30.000 Kopdes Merah Putih Terbangun
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.33
Tak Sekadar Sembako, Kopdes Bakal Ada Apotek, Klinik hingga Cold Storage
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.16