Kopdes Merah Putih Pangkas Jalur Distribusi, Untung Kembali ke Petani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298139/original/004914200_1784126814-IMG_1996.jpeg)
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mereformasi tata niaga pangan nasional dengan memangkas jalur distribusi yang terlalu panjang. Saat ini hasil panen petani harus melewati tujuh tahapan perantara sebelum sampai ke konsumen, mulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, grosir, hingga ritel. Kondisi ini membuat tengkulak meraup keuntungan besar sementara petani tetap merugi. Total margin yang berputar di sepanjang rantai distribusi sembilan komoditas pangan utama mencapai Rp 313,08 triliun.
Solusi yang diusung adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang beroperasi langsung di tingkat desa. Dengan kehadiran koperasi ini, hasil panen dapat ditampung, diolah, dan dipasarkan tanpa perantara berlebih. Pemerintah mengkalkulasi sekitar Rp 50 triliun margin akan diserap koperasi desa, sedangkan Rp 263 triliun sisanya dikembalikan langsung kepada petani. Skema ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menekan harga pangan bagi konsumen, bukan mematikan pelaku usaha yang menjalankan bisnis secara sehat.
Bagikan
Berita terkait
Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 09.56
Zulhas Bicara Koperasi Desa Permudah Distribusi Pangan Nasional
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
Kebijakan Kontrak Manajer Kopdes Disorot, Pengamat: Ini Anak Usaha BUMN yang Utangnya Ditanggung Warga Desa
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.00
Pengamat Semprot Kopdes Merah Putih: Kalau Manajer Tak Dipilih Anggota, Ini Bukan Koperasi
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 18.45