Kredit tumbuh lebih cepat dari DPK, likuiditas perbankan perlu dijaga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kredit perbankan tumbuh 13,6 persen tahunan pada Juli 2026, melampaui pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 11,21 persen, menciptakan selisih 2,4 poin persentase. Konsultan keuangan Elvi Diana menyoroti risiko ketimpangan likuiditas antar bank akibat pertumbuhan kredit yang lebih cepat dari DPK. Ia menekankan perlunya langkah mitigasi agar ekspansi kredit tidak menimbulkan tekanan pada bank dengan pertumbuhan DPK rendah.
Elvi mencadangkan empat langkah kebijakan: pemantauan likuiditas per bank secara granular, penyempurnaan insentif likuiditas agar tidak mendorong ekspansi kredit berlebihan, diversifikasi sumber pendanaan perbankan melalui pasar uang dan instrumen jangka menengah-panjang, serta penjagaan kualitas kredit agar tidak mengorbankan sektor produktif. Ia juga meminta pemerintah memperhatikan dampak kebijakan fiskal terhadap distribusi likuiditas perbankan.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan kredit tetapi memastikan didukung struktur pendanaan yang sehat dan likuiditas yang merata, sehingga kredit dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi tanpa menciptakan kerentanan sistem keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.46
Bank Getol Cari Dana Pihak Ketiga dari Deposito
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.48
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus
Berita terkait
OJK: Penyaluran kredit perbankan capai Rp9.135 triliun per Juli 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 18.24
BI Ancang-ancang Warga RI Rajin Tarik Kredit Dibanding Nabung, Kenapa?
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.31
Gubernur BI Baru Dilantik, Menkeu Minta KSSK Lebih Jeli dan Pertajam Indikator Likuiditas
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 22.16
Bank Indonesia Borong SBN Rp236,7 Triliun hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.18