Krisis Ganda Iran: Sanksi Baru AS di Tengah Ekonomi Sekarat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540887/original/059299700_1774840991-4.jpg)
Pemerintah AS meluncurkan sanksi baru bernama 'Operation Economic Outcast' yang ditujukan untuk menekan Iran, namun sebagian besar warga Iran tidak merespons dengan khawatir karena perekonomian mereka sudah sangat rapuh. Inflasi harga pangan melonjak drastis, dengan harga sayur naik 383%, telur 294%, ayam 177%, dan daging merah 148% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai dolar AS di pasar terbuka Iran mencapai 2 juta rial pada Agustus, sementara inflasi tahunan mencapai 84,4%. Daya beli masyarakat terus menurun, sehingga pola konsumsi berubah: belanja daging merah anjlok 50%, sementara permintaan kentang melonjak hingga memicu kelangkaan. Banyak SPBU juga dipaksa tutup, dan antrean panjang mengganggu lalu lintas di Teheran dan Mashhad.
Bagikan
Berita terkait
El Nino Berpotensi Berlanjut hingga 2027, BPS Warning Harga Pangan
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.45
Inflasi Pangan Naik, BI dan Pemerintah Perkuat Pengendalian Harga
kumparan · 1 September 2026 pukul 17.00
Harga Beras di Konsumen Naik, Petani Makin Sejahtrera?
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.05
Destry Mau BI Makin Aktif Atasi Harga Cabai-Bawang di Daerah
Detik.com · 1 September 2026 pukul 13.22