Kronologi Bayan Resources Dapat Kuota Tambahan untuk Tiga Anak Usaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak perusahaan PT Bayan Resources Tbk, yaitu PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima. Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan bahwa proses evaluasi terhadap persyaratan teknis dan matriks perusahaan telah selesai. Sebagai dampak dari pengesahan RKAB ini, ketiga anak perusahaan tersebut mendapat tambahan kuota produksi batu bara sebesar 15 hingga 20 juta ton. Tri menjelaskan bahwa angka pasti dari tambahan kuota tersebut masih dalam perhitungan, namun berada di kisaran 15 hingga 20 juta ton. Sebelum mendapatkan pengesahan RKAB, ketiga anak perusahaan Bayan sebelumnya menyatakan force majeure terkait kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggannya per 11 September. Kondisi ini muncul akibat belum terselesaikannya proses perubahan RKAB 2026 yang diajukan Bayan. Menyikapi hal ini, Kementerian ESDM menyatakan bahwa pengajuan perubahan RKAB tersebut masih dalam tahap evaluasi, dan Tri menargetkan proses peninjauan dapat selesai pada pekan yang sama. Pada 16 September 2026, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama terkait rencana pengalihan 10 miliar saham BYAN, setara dengan sekitar 30 persen dari total saham Bayan. Transaksi ini berbeda dari rumor awal yang menyebutkan pengambilalihan sekitar 62 persen saham. Tri menegaskan bahwa perubahan kepemilikan saham tidak dapat langsung dikaitkan dengan penerbitan perizinan operasional, karena perubahan pemegang saham harus mendapatkan persetujuan dari menteri yang bersangkutan.
Bagikan
Berita terkait
Indodana Finance Terima Pendanaan Rp700 Miliar dari HSBC Indonesia
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.45
Kamar Khusus Perpajakan di MA Lebih Memberikan Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak
JawaPos · 22 September 2026 pukul 19.45
Suahasil Wanti-wanti Beras Selundupan Bakal Rugikan Swasembada Pangan
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.40
Natalius Pigai: Presiden Prabowo Full Memantau 24 Jam
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.36