Kronologi Investor Boncos Habis-habisan, Aset Rp810 Triliun Berantakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hedge fund milik Leopold Aschenbrenner, mantan peneliti OpenAI, mengalami kerugian besar setelah strategi investasinya di sektor kecerdasan buatan berbalik menjadi bumerang. Dana yang sempat mengelola aset hingga US$45 miliar (sekitar Rp810 triliun) terpaksa melepas seluruh portofolio saham publiknya karena saham infrastruktur AI andalan, seperti SK Hynix, anjlok lebih dari 35%. Taruhan bahwa saham perusahaan perangkat lunak seperti Adobe akan turun justru meleset karena harganya naik, memperparah kerugian.
Situational Awareness menghadapi margin call dari krediturnya, sehingga bank investasi seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase membantu menjual aset secara bertahap. Hedge fund Citadel milik miliarder Ken Griffin dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi seluruh portofolio saham publik Situational Awareness. Aschenbrenner, 25 tahun, sebelumnya dipecat dari OpenAI pada 2024 karena tuduhan membocorkan informasi internal, yang dibantahnya.
Situasi masih berkembang; belum diketahui total kerugian atau dana yang dibutuhkan untuk memenuhi margin call. Gejolak ini menjadi ujian terbesar bagi strategi investasi AI yang sebelumnya dianggap sebagai kisah sukses spektakuler di Wall Street.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Agustus 2026 pukul 15.00
Ramai Mal Dipagar Tinggi, James Riady: Lippo Justru Dibongkar
Berita terkait
Investor Bintang Hilang Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan Berujung Petaka
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.30
Susul Tren Global di AS, Pluang Luncurkan Teknologi Agentic Trading Berbasis AI
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.11
Sosok Jenius Matematika yang Profit Rata-Rata 60% Setahun
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 19.15
Terkuak, Ini Alasan Investor Kompak Buang Saham Teknologi Asia
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 15.55