Kuota LPG 3 Kg Diprediksi Jebol, Ini Langkah Baru Kementerian ESDM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089126/original/010687400_1657801176-Gas-Melon-LPG-Iqbal-3.jpg)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat basis data penerima LPG 3 kg bersubsidi untuk memastikan distribusi tepat sasaran. Langkah ini dilakukan menjelang proyeksi kebutuhan LPG 3 kg yang berpotensi melebihi kuota dalam APBN 2026. Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran LPG 3 kg mencapai 5,05 juta ton dari kuota 8 juta ton, sementara proyeksi akhir tahun mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota yang ditetapkan.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan bahwa peningkatan kuota saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah subsidi LPG 3 kg. Pemerintah perlu memperbaiki sistem distribusi agar subsidi benar-benar sampai ke kelompok yang berhak. Basis data yang lebih akurat diharapkan membantu menentukan penerima subsidi dan meningkatkan pengawasan distribusi.
Untuk tahun 2027, pemerintah mencantumkan kuota LPG 3 kg sebesar 8,9 juta ton dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027, meningkat dari kuota 8 juta ton pada APBN 2026. Kementerian ESDM menekankan dua prinsip yang harus berjalan bersamaan: menjamin ketersediaan energi untuk rakyat dan memastikan subsidi semakin tepat sasaran.
Bagikan
Berita terkait
Konsumsi LPG 3 Kg di 2026 Diramal Lampaui Kuota-Tembus 8,7 Juta Ton
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.20
Kuota LPG 3 Kg Diprediksi Jebol, Pemerintah Buka Suara
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.30
Siap-Siap Pemerintah Ubah Skema Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg di 2027
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 15.20
Konsumsi LPG 3 Kg Naik Tiap Tahun, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.20