Kupas Tuntas Strategi Industri Pembiayaan di Tengah Berbagai Tantangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri pembiayaan (multifinance) di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyediakan akses pembiayaan kepada masyarakat, dunia usaha, dan sektor produktif. Namun, pada paruh kedua 2026, sektor ini dihadapkan pada berbagai tantangan seperti ketidakpastian perekonomian global, perlambatan pertumbuhan ekonomi, fluktuasi suku bunga, dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu, penurunan penjualan kendaraan bermotor sebagai salah satu portofolio utama juga memberikan tekanan terhadap pertumbuhan industri ini.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri melalui peningkatan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), penguatan manajemen risiko, perlindungan konsumen, peningkatan kualitas pembiayaan, dan penguatan struktur permodalan. Kolaborasi dan sinergi antara regulator dan pelaku industri dianggap sebagai faktor kunci untuk menjaga stabilitas sektor pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, CNBC Indonesia menggelar acara Multifinance CEO Gathering with OJK bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko" pada 11 Agustus 2026 di Parle, Senayan Park. Acara ini bertujuan memfasilitasi dialog strategis antara OJK dan para CEO perusahaan pembiayaan untuk memperkuat kolaborasi, mengidentifikasi peluang pertumbuhan, dan menghasilkan rekomendasi strategis guna menjaga kinerja industri hingga 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.00
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 3.131 Triliun
Berita terkait
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 23.19
APPI Curhat Soal Penggunaan Jasa Debt Collector, Ini Alasannya!
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.11
APPI Ungkap Risiko Multifinance Masuk ke Ekosistem Kendaraan Listrik
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.38
Airlangga Ungkap Potensi ETF Emas Indonesia Capai Rp357 Triliun
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 14.30