Kurang Tenaga, Rupiah Loyo ke Rp17.936 Jelang Akhir Pekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,11 persen atau 20 poin ke level Rp17.936 per dolar AS pada perdagangan Jumat (25/9) pagi. Mata uang ini ikut melemah di tengah tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed pada Oktober, yang didorong oleh pidato hawkish sejumlah pejabat The Fed. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah, dengan proyeksi rentang gerak Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Namun, faktor mendukung seperti harapan kesepakatan AS-Iran dan penurunan harga minyak mentah global dapat membatasi pelemahan lebih lanjut. Di pasar regional, sebagian besar mata uang Asia seperti yen Jepang, won Korea Selatan, dan ringgit Malaysia menguat, sementara yuan China dan dolar Hong Kong melemah. Di sisi lain, euro Eropa, dolar Kanada, dan franc Swiss juga mengalami depresiasi terhadap dolar AS. Dolar Australia sedikit menguat dan poundsterling Inggris berada di zona datar. Ketidakpastian pasar akibat isu geopolitik dan kebijakan moneter AS menjadi faktor utama penggerak volatilitas mata uang regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 10.37
Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
JawaPos · 25 September 2026 pukul 09.00
Terus Melemah, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JawaPos · 25 September 2026 pukul 06.45
Lanjutkan Pelemahan, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 18.43
Rupiah Ambrol 98 Poin, USD Bertengger di Level Rp 17.916
Berita terkait
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.667 Pagi Ini
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.35
Rupiah Menguat ke Level Rp17.628 per Dolar AS Hari Ini
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.25
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.698 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.35
Dolar AS Masih Betah di Level Rp 17.800-an
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.16