Pergerakan rupiah dipengaruhi ekspektasi pengetatan kebijakan Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 17 poin menjadi Rp17.933 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat. Penurunan ini dipicu oleh peningkatan ekspektasi pengetatan kebijakan Federal Reserve (The Fed) setelah data Flash PMI AS September menunjukkan pertumbuhan aktivitas bisnis yang kuat, mencapai level tertinggi sejak Juli 2021.
Pasar memperkirakan potensi kenaikan suku bunga The Fed hingga 50 bps sepanjang sisa 2026, dengan probabilitas 64 persen untuk kenaikan 25 bps pada Oktober 2026. Selain itu, kenaikan harga minyak lebih dari 1 persen akibat ketegangan AS-Iran turut menekan rupiah karena kekhawatiran inflasi global. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp17.875-Rp17.975 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 25 September 2026 pukul 09.00
Terus Melemah, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JawaPos · 25 September 2026 pukul 06.45
Lanjutkan Pelemahan, Rupiah Berpotensi Terperosok ke Rp 18.000 Hari ini
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 18.43
Rupiah Ambrol 98 Poin, USD Bertengger di Level Rp 17.916
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.570
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.06
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15
Rupiah Melemah Tipis ke 17.725 per Dolar AS, Sinyal The Fed Jadi Penentu
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.30
Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.03