Laba Naik, tapi Kualitas Aset Bank Mayapada Memburuk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Mayapada (MAYA) mencatat laba bersih Rp61,19 miliar pada semester I-2026, melonjak 158% dari Rp23,7 miliar tahun sebelumnya. Namun kenaikan laba tidak didorong bisnis inti: pendapatan bunga bersih stagnan di Rp1,39 triliun. Laba lebih banyak berasal dari lonjakan laba selisih kurs menjadi Rp129,29 miliar (sebelumnya Rp3,06 miliar) dan turunnya beban pencadangan aset keuangan menjadi Rp104,7 miliar dari Rp189,1 miliar.
Di sisi lain, kualitas aset memburuk. NPL gross naik 76 bps menjadi 4,02%, NPL net naik 60 bps menjadi 3,12%. Kredit diragukan (kolektibilitas 4) melonjak lebih dari 65 kali lipat menjadi Rp539,85 miliar, dan kredit macet (kolektibilitas 5) naik 17,92% menjadi Rp3,9 miliar. Kredit lancar justru turun 2,75% menjadi Rp67,59 triliun. Sektor jasa bisnis menyumbang 55% NPL net, naik 155,8% menjadi Rp1,94 triliun.
Total kredit disalurkan naik 5,84% menjadi Rp110,41 triliun, sementara cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) meningkat menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,32 triliun. Pertumbuhan laba tidak diimbangi perbaikan kualitas aset, menjadi perhatian bagi kesehatan bank ke depan.
Bagikan
Berita terkait
Laba Emiten Mal Kokas dan Gancit (PWON) Anjlok 11,4%
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 15.40
Eks Ketua RW Dipolisikan Terkait Dugaan Penggelapan Kas Rp 11 Miliar
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.54
Prabowo Beberkan Sederet BUMN yang Labanya Meledak!
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 05.55
Presiden Prabowo Beri Apresiasi Khusus untuk Kinerja Pegadaian di Sidang Tahunan MPR 2026
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 18.37