Laporan BISA 2026: Inovasi Perusahaan AS di RI Tembus US$ 24,8 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349898/original/030575400_1789548888-photo_6149946818150733253_w.jpg)
US-ASEAN Business Council (USABC) meluncurkan Laporan BISA 2026 di Jakarta dengan tema 'Innovation for Indonesia's Future'. Laporan mencatat 91 inisiatif inovasi dari 43 perusahaan AS di Indonesia dengan nilai ekonomi diperkirakan US$ 24,8 miliar (Rp 438,9 triliun). Dampak inovasi dibagi ke dalam tiga pilar utama. Strategis Communications Lead USABC, Wanda Firmansyah, mengidentifikasi empat peluang inovasi: perluasan penerapan AI, pengembangan industri berbasis teknologi, penguatan inovasi di sektor pertanian dan kesehatan, serta sistem yang lebih efisien dan tangguh. Di sisi lain, perwakilan industri kesehatan menyoroti isu tumpang tindih kewenangan dalam proses hilirisasi produk kesehatan. Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antarsektor untuk mempercepat masuknya teknologi baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 September 2026 pukul 17.30
Realisasi Investasi AS di RI Sudah Capai Rp 259,9 T sampai Semester I 2025
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.17
BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun, Ini Penyebabnya
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.14
Membangun Jiwa Wirausaha Digital Siswa melalui Mini Creativepreneur Lab di SMAN 5 Bekasi
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 19.19
Harga iPhone 17 Malah Naik Usai Apple Luncurkan iPhone 18
Berita terkait
Pameran Indo Healthcare Gakeslab Expo Hadirkan 60 Perusahaan dari 9 Negara
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.33
Dari Hype ke Dampak Nyata, DANA Soroti Implementasi AI Bagi Bisnis dan Talenta
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 18.17
Hadir di AIIF 2026, DWC Perkenalkan Perangkat AI-Ready Buatan Lokal
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 23.07
Adopsi AI di Indonesia Capai 92 Persen, Fokus Kini Beralih ke Dampak Bisnis Nyata
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 10.38