BPJS Kesehatan Alami Defisit Rp2 Triliun, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPJS Kesehatan mengalami defisit arus kas Rp2 triliun karena ketidakseimbangan antara pendapatan iuran Rp14 triliun/bulan dan biaya pelayanan Rp16 triliun/bulan. Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyatakan enam faktor utama: peningkatan biaya kesehatan, tingkat peserta tidak aktif 19,4 persen (54 juta orang), dan kebutuhan dana tambahan Rp20 triliun. Program melayani 2 juta transaksi/hari dengan 98,6 persen cakupan kepesertaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 09.30
Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp17.730 di Awal Perdagangan
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.47
Prabowo Sampai Turun Tangan, Ada Tekanan Besar di Balik Digantinya Purbaya oleh Suahasil Nazara
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 18.28
Ekonom: Menkeu Suahasil perlu prioritaskan belanja produktif
Berita terkait
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Tunggu Suntikan Dana Rp20 Triliun
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.02
BPOM Awasi 4,3 Juta Pelaku Usaha dengan Pendapatan Rp8.000 Triliun
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.35
Mengapa BPJS Tidak Menanggung Korban Bencana Alam?
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.59
Cek Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1,2,3 Berlaku 11 September 2026
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.05