Laporan Keuangan Jadi Bahan Bakar Saham Tambang, Siapa Paling Menarik?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pendapatan emiten tambang diproyeksikan mencapai US$4,5 miliar pada paruh pertama 2026, naik 38% secara tahunan, menjadi sentimen positif bagi saham tambang pelat merah. Kenaikan lebih ditopang oleh harga jual, waktu penjualan, dan bauran produk, bukan pemulihan volume produksi secara luas. Analis BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham seperti ANTM, TINS, AMMN, INCO, NCKL, MBMA, BRMS berdasarkan laba, ketahanan risiko kebijakan, dan visibilitas eksekusi. Contoh realisasi: INCO mencatat laba semester I-2026 naik empat kali lipat menjadi US$104,37 juta, sementara TINS mencapai Rp2,71 triliun, melewati target tahunan. Saham tambang mulai rebound namun selektif, dengan investor mencermati apakah perbaikan harga komoditas meningkatkan margin dan profitabilitas perusahaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 07.07
Permintaan Emas di Indonesia Melonjak 40 Persen Kuartal II 2026
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 11.40
Pakar: RI Masih Punya Modal Kuat Jadi Magnet Investasi Global
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 06.10
Pendapatan, EBITDA & Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 18.58
IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I 2026
Berita terkait
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05
RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.50