LFP Makin Dominan, IBC: Nikel Belum Tamat di Industri Baterai
Warta Ekonomi± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dominasi LFP di pasar EV global tidak menghilangkan prospek nikel. IBC memproyeksikan NMC generasi baru (811, 955, single-crystal) serta solid-state battery sebagai peluang utama. LFP menyumbang 55% baterai EV 2025, 40% lebih murah per kWh, namun energy density 20% lebih rendah. BESS diproyeksikan tumbuh 30x lipat pada 2035. Pabrik Karawang IBC-CATL mulai operasional Juli 2026 dengan kapasitas 6,9 GWh, ekspansi hingga 15 GWh pada 2027. Investasi IBC mencapai US$1,8 miliar termasuk PLTS 18 MW.
Bagikan
Berita terkait
IBC Ungkap Mayoritas Produksi Baterai Karawang Berbasis LFP
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.30
Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan China
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 06.59
Antam Siapkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2026 untuk Emas dan EV
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 22.26
Insentif untuk Ekosistem Baterai NMC Dinilai Jadi Akselerator Hilirisasi Nikel
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.03