Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Likuiditas perbankan Indonesia masih relatif ketat hingga Juli 2026, sebagaimana tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di kisaran 88%. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,58% secara tahunan, meningkat dari 12,7% pada bulan sebelumnya, namun pertumbuhan ini didominasi oleh segmen korporasi yang tumbuh sekitar 20%. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hanya mencapai 10,2% secara tahunan, menunjukkan ketimpangan antara penawaran dan permintaan likuiditas. Pertumbuhan simpanan juga tidak merata, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok simpanan di atas Rp5 miliar, sementara kelompok lain relatif datar atau melambat.
Segmen konsumer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan pertumbuhan kredit yang lebih lambat dibandingkan segmen korporasi. Kualitas aset perbankan masih menjadi perhatian, dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tertinggi tercatat pada segmen UMKM dan ritel. Namun, Bank Mandiri melihat tanda-tanda stabilisasi kualitas aset dalam beberapa bulan terakhir, yang diharapkan berkaitan dengan perbaikan permintaan domestik.
Diah Ayu Yustina dari Bank Mandiri menyatakan bahwa likuiditas perbankan menghadapi tantangan, termasuk defisit perdagangan dan capital outflow pada Mei-Juni 2026, serta dampak kebijakan moneter dan fiskal. Meski demikian, proyeksi Bank Mandiri menunjukkan likuiditas akan membaik secara bertahap ke depan, didukung oleh kebijakan pemerintah dari sisi fiskal maupun moneter, yang diharapkan mendorong pertumbuhan kredit yang lebih merata di berbagai segmen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 18.06
Purbaya Sebut Penempatan SAL di Bank Bisa Dorong Pertumbuhan Kredit di Atas 20%
Berita terkait
BI Beberkan Alasan Kredit Tumbuh Lebih Kencang dari DPK
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.40
Kredit BBRI Ngebut Naik 16,2%, Analis Sebut Target Bisa Dikerek Naik
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.23
Analis Ramai-Ramai Rekomendasi Buy Saham BBRI, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.55
Risiko Kredit BRI Turun, Biaya Kredit Susut Jadi 3,1%
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 10.10