Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Likuiditas Perbankan Masih Ketat, Pertumbuhan Kredit Belum Merata

Likuiditas perbankan Indonesia masih relatif ketat hingga Juli 2026, sebagaimana tercermin dari rasio loan to deposit ratio (LDR) yang berada di kisaran 88%. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,58% secara tahunan, meningkat dari 12,7% pada bulan sebelumnya, namun pertumbuhan ini didominasi oleh segmen korporasi yang tumbuh sekitar 20%. Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) hanya mencapai 10,2% secara tahunan, menunjukkan ketimpangan antara penawaran dan permintaan likuiditas. Pertumbuhan simpanan juga tidak merata, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok simpanan di atas Rp5 miliar, sementara kelompok lain relatif datar atau melambat.

Segmen konsumer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menunjukkan pertumbuhan kredit yang lebih lambat dibandingkan segmen korporasi. Kualitas aset perbankan masih menjadi perhatian, dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tertinggi tercatat pada segmen UMKM dan ritel. Namun, Bank Mandiri melihat tanda-tanda stabilisasi kualitas aset dalam beberapa bulan terakhir, yang diharapkan berkaitan dengan perbaikan permintaan domestik.

Diah Ayu Yustina dari Bank Mandiri menyatakan bahwa likuiditas perbankan menghadapi tantangan, termasuk defisit perdagangan dan capital outflow pada Mei-Juni 2026, serta dampak kebijakan moneter dan fiskal. Meski demikian, proyeksi Bank Mandiri menunjukkan likuiditas akan membaik secara bertahap ke depan, didukung oleh kebijakan pemerintah dari sisi fiskal maupun moneter, yang diharapkan mendorong pertumbuhan kredit yang lebih merata di berbagai segmen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait